Medan, Banjir bandang tidak sama sekali mempengaruhi proses pemberangkatan 451 jamaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Mandailing Natal ke tanah suci Mekkah.
Kakandepag Madina, H. Adlin Damanik mengatakan, setelah mengetahui jamaah calhaj Madina berangkat pada kloter 14 gelombang kedua sebagaimana hasil qur’ah (pengundian). “Banjir bandang yang melanda Madina, baru-baru ini, sama sekali tidak mempengaruhi sedikitpun niat masyarakat, bahkan para calhaj yang sudah mendapat nomor porsi untuk menunaikan rukun Islam ke lima di Mekkah.” ujar Adlin.
Keadaan itu dapat dibuktikan dengan sudah terpenuhinya porsi keberangkatan haji 2010, 2011 dan 2012. Sedangkan porsi untuk 2013 masih dalam proses penambahan. “Kalau ada yang daftar sekarang, berangkatnya 2013,” tutur mantan Kakan Depag Medan ini.
Menyinggung masalah kesehatan, kata Damanik, jamaah calhaj asal Madina tidak perlu diragukan walaupun mereka sudah berusia lanjut. Alam tempat tinggal para jamaah yang berbukit dan gunung telah melatih fisik para jamaah dengan baik dan siap untuk melaksanakan rukun haji di Mekkah.
Kebiasaan masyarakat Madina yang sering turun naik bukit dan gunung, berjalan dua hingga tiga kilometer disertai dengan membawa barang hasil tanaman, merupakan hal biasa. Gambaran itu menunjukkan kesiapan jamaah untuk melaksanakan rukun haji seperti tawaf, sai dan melontar jumroh sama sekali tidak ada masalah.
Rata-rata 60 persen jamaah calhaj asal Madina berusia di atas 50 tahun. “Walau sudah berusia lanjut, tapi mereka masih sehat dan bertenaga,” kata Damanik seraya menambahkan usia paling tua 72 tahun dan paling muda 30 tahun.
Damanik juga menyebutkan, para jamaah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Amru Daulay, SH yang telah memberikan bantuan sepasang pakaian lengkap haji warna telur bebek sebagaimana ketentuan pemerintah. Sementara bantuan lain seperti uang tunai masih dalam pembahasan.
Sementara itu, pihak Kandepag juga melakukan beberapa kesiapan kepada para jamaah sebagai bahan atau bekal dalam melaksanakan haji. Jamaah calhaj telah diberikan manasik sebanyak tujuh kali di tingkat kecamatan dan tiga kali di tingkat kabupaten.
Selain itu, juga dilakukan pelatihan untuk kepala regu (karu) dan kepala rombongan (karom). Pelatihan bertujuan untuk memberikan pelajaran dan pemahaman tentang tugas-tugas yang harus dilakukan, sehingga dengan begitu diharapkan persoalan jamaah akan dapat diselesaikan dengan baik.
|