Nama MANDAILING termaktub dalam Kitab Nagarakertagama, yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365 M. Hal ini berarti sejak penggalan akhir abad abad ke-14 sudah diakui adanya suku bangsa dan wilayah bernama Mandailing. Sayangnya, selama lebih 5 abad Mandailing seakan-akan raib ditelan sejarah. Baru pada abad ke-19 saat Belanda menguasai tanah berpotensi daya alam ini, Mandailing pun mencatat sejarah baru. Kemudian disusul ke masa pendudukan Jepang Penyair besar Mandailing, Willem Iskander menulis sajak monumental "Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk", mengukir tanah kelahirannya yang indah dihiasi perbukitan dan gunung. Terbukti tanah Mandailing mampu eksis dengan potensi sumber daya alam, seperti tambang emas, kopi, beras, kelapa dan karet. Kekayaan alam dan kemajuan dalam berbagai sektor, mulai dari tradisi persawahan, perairan, hingga semakin besarnya pertumbuhan ekonomi di wilayah pantai barat ini maka disebut Mandailing Godang.
Madina Terkini
- PEMKAB MADINA PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2013
- FESTIVAL NASYID XII TINGKAT KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2013
- FESTIVAL GORDANG SAMBILAN, TOR-TOR DAN PAGELARAN SENI BUDAYA MANDAILING NATAL
- RUP BLHKP
- RUP DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
- RUP DINAS KESEHATAN
- MALAM PAGELARAN KESENIAN MANDAILING NATAL PEKAN RAYA SUMATERA UTARA TAHUN 2013







